Kamis, 25 Desember 2014

Dokumen dan Pasasi Perjalanan



BELUM BERKEMBANGNYA PANTAI SELAT BARU DI KABUPATEN BENGKALIS

BENGKALIS (Metroterkini.com) - Pantai Selat Baru merupakan pantai kedua di Bengkalis setelah Pantai Rupat Utara. Nama Pantai Selat Baru sendiri diambil dari nama desa dimana pantai ini berada, “Desa Selat Baru” yang juga menjadi Ibukota Kecamatan Bantan. Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah menjadikan pantai tersebut sebagai salah satu objek wisata andalan. Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Bengkalis, secara bertahap akan membenahi dan menata kembali kawasan pantai Selatbaru. Tahap awal yang akan dilakukan adalah memindahkan pedagang dari kios-kios di tepi pantai ke lokasi lain.


Untuk tahap selanjutnya adalah event yang akan dikembangkan oleh masyarakat setempat, event di pantai ini hanya dilaksanakan setahun sekali seperti diadakannya lomba perahu jong, gasing, layang-layang, dan berenang.
Atraksi kesenian dan budaya tradisional daerah ini tidak dapat disaksikan setiap hari oleh wisatawan lokal, wisatawan nusantara, dan mancanegara dikarenakan pantai ini belum terkenal seperti pantai yang berada di daerah Bali ataupun daerah lainnya.
Untuk mengembangkan Pantai Selat baru ini Pemerintah Kabupaten Bengkalis memiliki rencana untuk membangun bandar udara, sehingga memudahkan pengunjung datang ke sana. Dan juga jika di kawasan tersebut dilengkapi dengan pelabuhan bertaraf internasional yang tinggal menunggu waktu pengoperasiannya dan kapal penyeberangan ferry (RO-RO) menuju Sungai Pakning yang menghubungkannya dengan Riau Daratan dan kota-kota lain di Sumatera akan lebih baik jadinya.
Bupati Bengkalis Herliyan Saleh mengatakan mempertahankan dan melestarikan tradisi dan permainan rakyat sangat penting. Tradisi yang positif dan hasil cipta kebudayaan merupakan identitas memperlihatkan jati diri masyarakat. Upaya pembangunan bidang pariwisata tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah semata. Namun keterpaduan antara masyarakat, swasta dan stakeholder juga sangat penting. Masyarakat dituntut untuk mempertahankan budaya dan kearifan lokal, karena dengan pengembangan, maka pariwisata akan semakin dikenal.